Pengertian, Fungsi dan Jenis Ipal beserta Gambar Desainnya

Limbah adalah suatu persoalan yang akan terus berlanjut di berbagai sektor indusri. IPAL adalah solosinya.

Di berbagai sektor industri, limbah menjadi masalah yang tidak ada habisnya. Ada banya perusahaan yang kurang menaruh perhatiannya pada sistem IPAL dalam industri yang dijalankannya.

Pengaruh dampak dari limbah yang tidak diolah yaitu terjadi berbagai masalah pencemaran yang tidak hanya merugikan masyarakat sekitar, tetapi berdampak pada perusahaan itu sendiri.

IPAL kepanjangan dari, (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Untuk itu sebuah industri harus mempunyai tenaga ahli yang bertugas khusus sebagai (POPAL), Penanggung Jawab Operasional Pengolah Air Limbah.

Pengertian Ipal (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Pengertian ipal secara umum

Ipal adalah sebuah struktur teknik dan perangkat peralatan beserta perlengkapannya yang dibuat secara khusus untuk mengolah atau memproses cairan limbah sisa proses pengolahan, sehingga sisa limbah tersebut menjadi layak untuk dibuang ke lingkungan.

Pengertian Ipal Menurut Para Ahli

Arikunto dan Jabar (2004;5)

Ipal adalah sebuah program yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitandan saling memanjang dalam rangka mencapai tujuan.

Sugiharto (dalam junaidi 2006)

Ipal adalah serangkaian unit operasi, unit proses dan segala peralatan yang digunakan dalam pengolahan limbah, agar kadar limbah pencemaran berada tepat atau dibawah baku mutu limbah yang di anjurkan oleh pemerintah.

Cairan imbah sisa proses pengolahan bisanya berasal dari proses industri, pabrik, pertanian, dan perkotaaan yang antara lain adalah dari hasil limbah rumah tangga.

Limbah dari pembuangan tersebut dapat membahayakan manusia maupun lingkungan, oleh sebab itu diperlukan proses pengolahan limbah lebih lanjut sebelum di buang ke saluran pembung.

Membersihkan dan menyaring cairan limbah yang sudah tercemar baik oleh percemar limbah organik ataupun limbah kimia industri yaitu menjadi tujuan utama IPAL.

Macam-Macam Sistem Pengolahan Air Limbah

Untuk setiap industri dan bangunan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dalam memproses limbah.

Ipal yang digunakan pada lokasi industri tentu berbeda degan ipal yang digunakan didalam rumah tangga.

Untuk lebih jelasnya simak penjelas berikut ini.

Untuk pembagian jenis ipal sendiri ada berbagai macam yaitu, ipal komunal dan ipal mandiri dan lain-lainnya.

Pengertian Jenis Teknologi Ipal Komunal

Gambar Desain Ipal Komunal

Ipal komunal yaitu, jenis ipal komunal biasanya di ibaratkan seperti kereta api, pesawat, ataupun moda transportasi lainnya.

Sama seperti kendaraan lainnya, Jenis ipal komunal dibuat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan limbah komunitas yang di tempati dengan banyak orang.

Untuk pembuatan atau pembangunan jenis ipal komunal ini memerlukan biaya yang sangat besar, karena memerlukan banyak komponen dan peralatan untuk membuatnya.

Jenis Ipal komunal juga biasaya dikenali sebagai sistem pengolahan limbah cair secara terdesentralisasi untuk pengolahan air limbah organik dan sanitasi yang berbasis limpah pada masyarakat.

Teknologi ipal, pada umumnya banyak digunakan untuk limbah peternakan, limbah domestik sanimas, limbah hotel dan rumah sakit, serta limbah industri pengolahan makanan.

Pengertian Jenis teknologi Ipal Mandiri

Gambar Ipal Komunal Rumah Tangga

Untuk pengertian jenis ipal ini kebalikan dari ipal komunal, Jenis ipal mandiri dibuat untuk memenuhi kebutuhan pembuangan limbah perorangan atau untuk satu keluarga.

Untuk pembangunannya pun tidak banyak memakan biaya, atau baisa dibulang lebih murah dari biaya pembuatan jenis ipal komunal.

Tujuan Dari Pembuatan Ipal Komunal

Gimanapun juga, untuk pembangunan ipal komunal sangat perlu mempertimbangkan asas kelayakan (feasibility).

untuk upaya dalam mempermudah interaksi pembangunan dan lingkungan supaya menjadi lebih baik untuk keberlanjutan daya dukungan lingkungan.

Tujuan  utama dari pembangunan ipal komunal yaitu.

  • Mencegah dari pada pencemaran permukaan tanah dan suber air bersih pada rumah tangga.
  • Untuk mengurangi beban pencemaran akibat pembuangan limbah cair.
  • Untuk melindungi jenis mahluk hidup seperti tumbuhan dan hewan yang tingal di sekitar area pembungan limbah.
  • Menghindari dari tempat perkembangbiakkan bibit penyakit.

Prinsip-Prinsip Pengoalahan limbah.

Umumnya prinsip pengolahan limbah digolongkan menjadi tiga, yaitu.

Pengolohan Limbah Secara Fisika

Pengolahan jenis limbah secara fisika yaitu, jenis pengolahan yang ditunjukan untuk jenis air limbah yang tidak dapat larut (bersifat tersuspensi), atau biasa disebut dengan buangan air limbah cairan yang mengandung padat.

Sehingga untuk jenis limbah ini menggunakan pengolaha secara khusus atau menggunakan metode proses pemisah.

Untuk proses flotasi banyak yang mengunakan untuk memisahkan bahan-bahan sisa yang mengapung di permukaan atas, seperti minyak dan lemak, supaya tidak mengganggu pada proses berikutnya.

Pengolahan Limbah Secara Kimia

Untuk pengolahan limbah secara kimia yaitu, pada proses pengolahannya mengandung atau mengunakan bahan kimia untuk mengurangi konsentrasi zan pencemaran pada limbah.

Pada proses ini mengunakan yang namanya reaksi kimia sebagai pengubah jenis limbah yang berbahaya sehingga menjadi kurang berbahaya.

Netralisasi adalah satu proses yang termasuk kedalam  pengolahan limbah secara kimia, ada lagi yang namanya proses, presipitasi, khlorinasi, koagulasi dan flokulasi.

Untuk pengolahan limbah buang secara kimia  baisanya digunakan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah untuk mengendap pada permukaan atau disebut koloid, logam-logam berat, senyawa phospor dan zat organik yang beracun, dengan mengunkan banahan bahan kimia tertentu yang dibutukkan.

Untuk pengolahan limbah secara kimia sendiri memerlukan biaya yang sangat mahal karena memerlukan tambahan bahan kimia sebagai pembantu pengolahan, efisiensi pada pengolahan limbah secara kimia juga tinggi.

Pengolahan Limbah Secara Biologis

Pengertian pengolah limbah secara biologis yaitu, pengolahan limbah dengan mengunakan bahan biologis atau mikroorganisme seperti ganggang, bakteri, protozoa.

Digunakan karena untuk mengurangi senyawa organik dalam limbah, dan limbah menjadi senyawa yang sederhana.

Untuk pengolahan tersebut ada beberapa tahapan pengolahan seperti pengolahan secara aerob, anaerob dan fakultatif.

Tujuan dari pengolahan limbah secara biologis yaitu untuk menghilangkan zat orgnik, anorganik, amonia dan posphat dengan memerlukan bantuan mikroorganisme.

Konsep utama dari teknologi IPAL Komunal

Memanfaatkan enenergi  gravitasi secara bejana terhubung dengan proses biologis merupapakan konsep dari teknologi ipal komunal, sehingga tidak memerlukan input dari energi listrik dan bahan kimia.

Untuk para pengguna teknologi ipal memilki beberapa keuntungan, yaitu mudah dalam melakukan operasional dan perawatannya, serta pengeluaran estimasi biayanya yang murah.

Berfungsinya seluruh komponen atau sebuah sistem IPAL tersebut akan memberi peluang keberlangsungan dan keberhasilan dalam mengatasi permasalan suatu limbah batik, yang di paparkan secara singkat sebagai berikut.

Sistem Atau Struktur Jaringan IPAL Komunal Limbah Air Batik

Gambar Instalasi pengolahan Air Limbah

Gambar di atas merupakan contoh sistem penyaluran air limbah pada pabrik cairan batik.

Penjelasan dari gambar diatas sebagai berikut:

Limbah Cairan batik diletakkan di bak penampung air limbah di berbagai pabrik, terus dialirkan pada saluran jaringan air limbah.

Pada jarak tertentu, dibuat bak kontrol (A) yang difungsikan untuk memeriksa aliran air, apabila terjadi kemacetan atau tersumbat pada sistem jaringan tersebut. Selajutnya setelah melalui bak kontrol, air limbah tersebut ditampung di bak pengurai aerob (B).

Pada bak B tadi sudah mulai terjadinya proses pengendapan air limbah atau (sedimentasi) tahap awal, Pada proses netralisasi dan proses homogenitas dari air limbah yang di aliri dari berbagai pabrik.

Tahap aelanjutnya, dari bak B tadi air limbah kemudian disalurkan melewati pipa dam masuk ke dalam bak pengolahan selanjutnya.

Air limbah tadi masuk ke bak satbilisasi anaerob (C) dan lanjut ke proses ke bak anaerob filter (D) untuk di proseses lagi atau diabsorb.

Untuk proses atau tahap akhir dari pengolahan air limbah batik ini yaitu, untuk cairan yang keluar dari pengolahan tadi langsung dialirkan ke kolan kontrol akhir (E) dan kemudian di buang ke sungai.

Cukup sekian penjelasan tentang IPAL, jenis ipal, sistem kerja IPAL. Jika ada masukan atau kritik tulis di kolom komentar.

Leave a Reply